Breaking News
Beranda » Berita » Sumpah Pemuda 2025: Api Persatuan yang Terus Menyala di Era Digital

Sumpah Pemuda 2025: Api Persatuan yang Terus Menyala di Era Digital

  • account_circle Kaila Syahfitri Sumirtha
  • visibility 120
  • comment 0 komentar
  • print Cetak
Sejarah Singkat: Lahirnya Ikrar Sakral
Setiap tanggal 28 Oktober, seluruh rakyat Indonesia merayakan Hari Sumpah Pemuda. Namun, sudahkah kita benar-benar memahami makna yang terkandung di baliknya? Lebih dari sekadar perayaan, hari ini adalah pengingat akan sebuah ikrar bersejarah yang menjadi tonggak penting dalam perjalanan bangsa. Hari sumpah Pemuda yang ke 97.
Pada tahun 1928, para pemuda dan pemudi dari berbagai organisasi daerah (seperti Jong Java, Jong Ambon, dan Jong Celebes) berkumpul dalam Kongres Pemuda II di Jakarta. Di tengah perbedaan suku, budaya, dan agama, mereka menyatukan tekad untuk bersatu melawan penjajah. Hasil dari kongres ini adalah lahirnya tiga butir janji suci yang dikenal sebagai Sumpah Pemuda:
  1. Satu Tanah Air: Mengakui bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
  2. Satu Bangsa: Mengakui berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
  3. Satu Bahasa: Menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Ikrar ini menjadi kristalisasi dari semangat persatuan yang mengubur sekat-sekat perbedaan dan menumbuhkan kesadaran nasional yang kuat.
Makna Sumpah Pemuda: Lebih dari Sekadar Kata-kata
Sumpah Pemuda bukan hanya deklarasi, melainkan cerminan dari semangat luar biasa yang relevan hingga kini.
  • Semangat Persatuan: Di tengah perpecahan dan politik devide et impera (pecah belah dan kuasai) yang dimainkan penjajah, para pemuda memilih bersatu. Ini adalah pelajaran abadi tentang pentingnya persatuan di atas segala perbedaan, baik suku, agama, maupun pandangan politik.
  • Identitas Nasional: Ikrar ini menegaskan bahwa identitas kita bukanlah terkotak-kotak dalam kelompok daerah, melainkan satu kesatuan: bangsa Indonesia.
  • Bahasa Persatuan: Menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan adalah langkah revolusioner yang memperkuat komunikasi dan ikatan emosional antarberbagai suku.
Relevansi di Era Digital: Sumpah Pemuda Milenial dan Gen Z
Hari ini, tantangan yang dihadapi generasi muda memang berbeda dengan tahun 1928. Namun, semangat Sumpah Pemuda harus tetap menyala dan diadaptasi dalam konteks modern.
  • Perangi Hoaks dan Perpecahan: Di era media sosial, hoaks dan ujaran kebencian bisa dengan mudah menyebar dan memecah belah bangsa. Semangat persatuan Sumpah Pemuda menjadi benteng bagi kita untuk selalu menyaring informasi dan tidak mudah terprovokasi.
  • Manfaatkan Teknologi untuk Kemajuan: Para pemuda di tahun 1928 berjuang dengan alat seadanya. Kini, kita memiliki akses tak terbatas pada teknologi. Semangat Sumpah Pemuda harus mendorong kita untuk menggunakan teknologi secara positif, baik untuk berkreasi, berinovasi, maupun memberikan kontribusi bagi bangsa.
  • Cintai Produk Lokal: Wujud cinta tanah air tidak harus melalui perjuangan fisik, tetapi bisa juga dengan mendukung produk-produk dalam negeri. Membeli dan mempromosikan produk buatan anak bangsa adalah cara nyata menunjukkan nasionalisme.

 

Penutup: Meneruskan Estafet Perjuangan
Sumpah Pemuda adalah warisan yang tak ternilai harganya. Ia bukan sekadar tanggal merah di kalender, melainkan sebuah amanat yang harus terus kita jaga. Sebagai generasi penerus, kita memiliki tanggung jawab untuk mengimplementasikan nilai-nilai persatuan, nasionalisme, dan cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, api semangat para pemuda 1928 akan terus menyala terang, membimbing Indonesia menuju masa depan yang gemilang.
  • Penulis: Kaila Syahfitri Sumirtha

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jenis Laksa di Berbagai Kota Indonesia dan Negara Tetangga

    Jenis Laksa di Berbagai Kota Indonesia dan Negara Tetangga

    • account_circle Dedy Sumirtha
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Laksa memiliki banyak variasi di berbagai kota dan negara, terutama di Asia Tenggara, dan perbedaannya terletak pada bahan dasar kuah, jenis mi, dan bahan pelengkap yang digunakan. Berikut adalah perbedaan utama beberapa jenis laksa: Laksa di Indonesia Jenis Laksa  Ciri Khas Kuah Bahan Utama dan Pelengkap Laksa Bogor Kuahnya kental, berwarna jingga keemasan, dan khas […]

  • Anak Batuk Terus Menerus? Ini Penyebab, Cara Mengatasi, dan Waspada!

    Anak Batuk Terus Menerus? Ini Penyebab, Cara Mengatasi, dan Waspada!

    • account_circle Kaila Syahfitri Sumirtha
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Batuk pada anak yang terjadi terus-menerus bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari infeksi virus dan bakteri, alergi, hingga masalah kesehatan yang lebih serius. Berikut adalah beberapa penyebab, cara mengatasi, dan tanda bahaya yang perlu diwaspadai.  Penyebab batuk terus-menerus pada anak Infeksi saluran pernapasan: Infeksi virus adalah penyebab batuk yang paling umum, seperti coronavirus, adenovirus, atau renovirus. Infeksi bakteri […]

  • Pemblokiran oleh Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) Play Button

    Pemblokiran oleh Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi)

    • account_circle Kaila Syahfitri Sumirtha
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Berikut ini ringkasan singkat mengenai apa saja yang telah diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) Apa yang diblokir Situs/web dan konten layanan digital yang tidak mendaftar atau memperbarui data sebagai PSE (Penyelenggara Sistem Elektronik)Komdigi menyatakan bahwa sejumlah platform atau perusahaan asing maupun lokal terancam/pun diblokir karena belum mendaftar sebagai PSE sesuai regulasi. […]

  • Pengertian PPPoE

    Pengertian PPPoE

    • account_circle Dedy Sumirtha
    • visibility 90
    • 0Komentar

    ### Pengertian PPPoE PPPoE (Point-to-Point Protocol over Ethernet) adalah protokol jaringan yang digunakan untuk menghubungkan pengguna ke internet melalui sambungan Ethernet. Protokol ini menggabungkan dua teknologi, yaitu PPP (Point-to-Point Protocol) dan Ethernet. PPPoE sering digunakan oleh penyedia layanan internet (ISP) untuk mengelola akses pelanggan ke layanan internet, terutama dalam koneksi broadband seperti DSL (Digital Subscriber […]

  • Siapa Dewi Astutik Gembong Narkoba

    Siapa Dewi Astutik Gembong Narkoba

    • account_circle Dedy Sumirtha
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Dewi Astutik, juga dikenal dengan nama samaran Mami, Paryatin, atau Dinda, adalah seorang buronan internasional dan gembong narkoba yang menjadi otak di balik penyelundupan besar sabu seberat dua ton senilai sekitar Rp 5 triliun. Dewi Astutik, juga dikenal dengan nama samaran “Mami” atau nama asli Paryatin, adalah seorang buronan internasional dan gembong narkoba jaringan Golden […]

  • Skuad Timnas Garuda U-22 di Sea Games 2025

    Skuad Timnas Garuda U-22 di Sea Games 2025

    • account_circle Dedy Sumirtha
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Skuad final Timnas Indonesia U-22 untuk SEA Games 2025 yang diselenggarakan di Thailand telah resmi diumumkan. Pelatih kepala, Indra Sjafri, memanggil 23 pemain, termasuk beberapa pemain yang berkarier di luar negeri ( abroad).  Berikut adalah daftar nama pemain tersebut: Posisi  Nama Pemain Klub Asal / Karier Luar Negeri Kiper Cahya Supriadi Persija Jakarta Daffa Fasya Borneo FC […]

expand_less