Breaking News
Beranda » Berita » Gerakan Stop Tot Tot Wuk Wuk

Gerakan Stop Tot Tot Wuk Wuk

  • account_circle Dedy Sumirtha
  • visibility 124
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

1. Apa itu “Stop Tot Tot Wuk Wuk”?

“Stop Tot Tot Wuk Wuk” adalah sebuah gerakan viral yang muncul di Indonesia sebagai bentuk protes publik terhadap penggunaan sirene dan rotator (strobo) oleh kendaraan yang dianggap tidak berhak atau berlebihan. Istilah “tot-tot wuk-wuk” sendiri meniru bunyi sirene/rotator yang sering digunakan untuk meminta jalan di kemacetan, khususnya oleh rombongan pejabat atau kendaraan yang tidak dalam situasi darurat. Lombok Post+2TheStance+2
Gerakan ini kemudian berkembang lewat media sosial, stiker di kendaraan umum, dan liputan berita sebagai simbol ketidakpuasan masyarakat terhadap apa yang dianggap sebagai “hak istimewa” di jalan raya. TheStance

2. Latar Belakang

  • Masyarakat merasa jenuh dan terganggu oleh frekuensi penggunaan sirene/rotator oleh kendaraan non-darurat, yang kerap memotong antrian kemacetan atau mendapat prioritas jalan tanpa alasan darurat yang jelas. Lombok Post+1

  • Ada regulasi yang mengatur penggunaan sirene/rotator di jalan raya. Contohnya, menurut Undang‑Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, hanya kendaraan tertentu yang mendapat hak utama, seperti ambulans, pemadam kebakaran, kendaraan pengawalan negara dalam kondisi sangat mendesak. TheStance+1

  • Gerakan ini muncul sebagai indikasi ketegangan sosial terhadap perlakuan berbeda di jalan raya antara “elit” yang menggunakan akses khusus dan “rakyat biasa” yang terjebak macet dan merasa tidak dihargai. Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi

3. Kronologi & Penyebaran

  • Di media sosial dan berita, banyak unggahan yang menampilkan kendaraan dengan sirene/rotator yang memaksa jalan saat kemacetan, kemudian muncul stiker bertuliskan “Stop Tot Tot Wuk Wuk” di mobil warga sebagai bentuk protes visual. TheStance+1

  • Media daring juga melaporkan bahwa pihak Korlantas Polri menanggapi gerakan ini dengan menyatakan akan mengevaluasi penggunaan sirene/rotator serta memperjelas aturan penggunaannya secara tegas. TheStance+1

  • Diskusi publik (misalnya forum daring Reddit) memperlihatkan bahwa banyak pengendara merasa terganggu oleh fenomena ini dan menggunakannya sebagai simbol ketidakadilan di jalan raya. Reddit

4. Mengapa Gerakan Ini Viral?

  • Simpel, lucu, tetapi mengena: Kaya akan elemen humor — bunyi “tot tot wuk wuk” – namun menyimpan kritik sosial yang aktual. Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi

  • Isu keseharian yang dirasakan banyak orang: Kemacetan, antrian di jalan, merasa “dipotong” oleh kendaraan yang dianggap lebih istimewa.

  • Visual yang kuat: Stiker, unggahan video, meme media sosial yang mudah dibagikan.

  • Relevansi dengan norma sosial & hukum: Ada regulasi yang dilanggar atau setidaknya dipersepsikan dilanggar — membuat audiens merasa “ini salah saya juga tertimpa”.

  • Momentum sosial-politik: Saat masyarakat makin peka terhadap kesetaraan dan transparansi, termasuk di ruang publik seperti jalan raya.

5. Dampak & Tanggapan

  • Respon resmi: Korlantas Polri menyatakan akan meninjau ulang penggunaan sirene dan rotator untuk kendaraan non-prioritas, sebagai dampak dari tekanan publik lewat gerakan ini. TheStance+1

  • Perubahan perilaku: Ada dorongan untuk lebih selektif penggunaan fasilitas prioritas jalan raya, serta kesadaran bahwa akses jalan adalah ruang publik bersama.

  • Kesadaran regulasi makin meningkat: Banyak orang yang akhirnya mengetahui bahwa hanya kendaraan tertentu yang sah menggunakan sirene/rotator.

  • Tetap ada tantangan: Realitas praktik di lapangan kadang berbeda dengan regulasi; efektivitas perubahan tergantung penegakan yang konsisten.

6. Kesimpulan

Gerakan “Stop Tot Tot Wuk Wuk” bukan sekadar tren meme atau ungkapan lucu belaka. Ia mencerminkan ketidakpuasan publik terhadap praktik akses istimewa di ruang jalan raya, dan memicu diskusi tentang kesetaraan, hukum, dan etika berlalu-lintas. Dengan memahami akar masalah, regulasi yang berlaku, serta bagaimana masyarakat merespon, kita dapat melihat bahwa isu kecil seperti “sirene berlebih” bisa menjadi pintu masuk untuk perubahan sosial yang lebih besar.

  • Penulis: Dedy Sumirtha

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siapa Dewi Astutik Gembong Narkoba

    Siapa Dewi Astutik Gembong Narkoba

    • account_circle Dedy Sumirtha
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Dewi Astutik, juga dikenal dengan nama samaran Mami, Paryatin, atau Dinda, adalah seorang buronan internasional dan gembong narkoba yang menjadi otak di balik penyelundupan besar sabu seberat dua ton senilai sekitar Rp 5 triliun. Dewi Astutik, juga dikenal dengan nama samaran “Mami” atau nama asli Paryatin, adalah seorang buronan internasional dan gembong narkoba jaringan Golden […]

  • Destinasi Wisata di Bangka menawarkan pesona pantai, sejarah, dan alam yang memukau

    Destinasi Wisata di Bangka menawarkan pesona pantai, sejarah, dan alam yang memukau

    • account_circle Dedy Sumirtha
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Berlibur di Bangka Belitung tidak harus mahal, karena ada banyak pilihan wisata alam yang indah dengan biaya masuk yang terjangkau, bahkan gratis . Untuk menghemat biaya, pertimbangkan untuk menginap di penginapan ramah bujet dan menikmati kuliner lokal yang lezat dengan harga terjangkau. Destinasi wisata alam dengan biaya terjangkau Berikut beberapa tempat wisata di Bangka dan […]

  • Jumat, 5 Desember 2025, diprediksi menjadi puncak banjir rob atau banjir pesisir di wilayah pesisir Jakarta

    Jumat, 5 Desember 2025, diprediksi menjadi puncak banjir rob atau banjir pesisir di wilayah pesisir Jakarta

    • account_circle Dedy Sumirtha
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Ya, hari ini Jumat, 5 Desember 2025, diprediksi menjadi puncak banjir rob atau banjir pesisir di wilayah pesisir Jakarta. Puncak pasang maksimum air laut ini diperkirakan terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Penyebab dan Dampak: Fenomena ini disebabkan oleh adanya fenomena Fase Perigee (jarak terdekat bulan ke bumi) dan Bulan Purnama yang meningkatkan ketinggian air laut […]

  • Cara Pengolahan Rahang Tuna, dan Ayam Tinorangsak Khas Manado

    Cara Pengolahan Rahang Tuna, dan Ayam Tinorangsak Khas Manado

    • account_circle Dedy Sumirtha
    • visibility 79
    • 0Komentar

    rahang tuna bakar maupun ayam tinorangsak adalah hidangan khas Manado yang kaya akan rempah-rempah aromatik dan bercita rasa pedas. Berikut adalah bumbu utama untuk kedua hidangan tersebut:  Bumbu Rahang Tuna Bakar Khas Manado Rahang tuna biasanya dimarinasi terlebih dahulu untuk menghilangkan bau amis dan menambah rasa, lalu dibakar dengan olesan bumbu khas.  Bahan Marinasi: Rahang […]

  • Penyebab Html Login Page Mikrotik Tampilan Defaut

    Penyebab Html Login Page Mikrotik Tampilan Defaut

    • account_circle Dedy Sumirtha
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Jika halaman login Hotspot Mikrotik kembali ke tampilan default, biasanya ada beberapa penyebab umum. Berikut penyebab dan cara mengatasinya: — 🔍 Penyebab Halaman Login Mikrotik Kembali ke Default 1. Folder hotspot Tidak Berisi File Login Kustom Jika folder hotspot di Mikrotik kosong atau tidak ada file login yang Anda upload, Mikrotik otomatis menampilkan login default. […]

  • Kenali Ciri-ciri Darah Tinggi Sejak Dini

    Kenali Ciri-ciri Darah Tinggi Sejak Dini

    • account_circle Dedy Sumirtha
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Ciri-ciri darah tinggi (hipertensi) seringkali tidak terasa, tetapi jika muncul bisa berupa sakit kepala (terutama pagi hari), pusing, telinga berdenging, sesak napas, mudah lelah, penglihatan kabur/berkunang-kunang, jantung berdebar, mual, mimisan, hingga nyeri dada, karena jantung bekerja lebih keras memompa darah ke seluruh tubuh.   Gejala Umum yang Sering Muncul:  Sakit Kepala: Biasanya terasa di belakang kepala, terutama saat […]

expand_less