Tekanan darah orang yang mengalami stroke sangat tinggi, seringkali di atas 180/120 mmHg
- account_circle Dedy Sumirtha
- visibility 85
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tekanan darah orang yang mengalami stroke sangat tinggi, seringkali di atas 180/120 mmHg, yang merupakan kondisi darurat medis (krisis hipertensi) dan memerlukan pertolongan segera karena bisa menyebabkan kerusakan pembuluh darah otak. Secara umum, tekanan darah tinggi (di atas 130/80 mmHg) adalah faktor risiko utama stroke, namun saat stroke terjadi, tekanan bisa melonjak drastis. Setelah stroke, tekanan darah sering menurun secara alami dalam beberapa hari pertama, tapi manajemen targetnya bervariasi tergantung jenis stroke dan penanganan.
Tekanan Darah Sebelum Stroke (Faktor Risiko):
Normal: Kurang dari 120/80 mmHg.
Hipertensi (Berisiko Tinggi): 130/80 mmHg atau lebih.
Tekanan Darah Saat Stroke Akut:
Krisis Hipertensi: Mencapai 180/120 mmHg atau lebih.
Pada Stroke Iskemik Akut: Lebih dari setengah pasien bisa memiliki tekanan sistolik (SBP) > 160 mmHg (hipertensi).
Target Penurunan: Pada stroke iskemik akut, dokter hanya menurunkan tekanan darah jika sangat tinggi (misal > 220/120 mmHg) atau jika pasien akan menjalani terapi trombolisis (target < 185/110 mmHg).
Penting untuk Diingat:
Darurat Medis: Jika Anda atau seseorang menunjukkan gejala stroke (kelemahan mendadak, sulit bicara, dll.) dan tekanan darah sangat tinggi (180/120 mmHg), segera hubungi layanan darurat medis (seperti 119 di Indonesia, atau 911 di AS).
Manajemen: Pengaturan tekanan darah setelah stroke sangat penting untuk mencegah stroke berulang, dengan target yang ketat dan disesuaikan oleh dokter.
Langkah Cepat (dalam 5-10 menit)
Latihan Pernapasan Dalam: Duduk nyaman, tarik napas 4 detik lewat hidung, tahan 2-3 detik, buang 6 detik lewat mulut. Ulangi beberapa menit untuk relaksasi.
Relaksasi: Meditasi atau yoga ringan bisa membantu menenangkan sistem saraf.
Gaya Hidup Jangka Panjang
Pola Makan Sehat:
Kurangi Garam: Batasi natrium dari makanan olahan, ikan asin, dan penyedap rasa.
Perbanyak Kalium: Makan mentimun, tomat, bit, dan buah beri.
Batasi Lemak & Kolesterol: Hindari jeroan, santan berlebih, dan makanan tinggi kolesterol.
Omega-3: Konsumsi ikan berlemak untuk mengurangi lemak darah.
Olahraga Teratur: Jalan kaki, bersepeda, berenang, atau yoga minimal 30 menit, beberapa kali seminggu.
Kelola Stres: Cari cara relaksasi seperti hobi, meditasi, atau yoga.
Cukupi Tidur: 7-8 jam per malam untuk membantu regulasi hormon dan menurunkan stres.
Jaga Berat Badan: Kelebihan berat badan membuat jantung bekerja lebih keras.
Hindari Alkohol & Rokok: Keduanya dapat meningkatkan tekanan darah.
- Penulis: Dedy Sumirtha

Saat ini belum ada komentar